GVO7DXXfNntZyLYycBY8sQj62QSpyiyucGAg7Db5
Bookmark

Krisis Kemanusiaan di Puncak Papua: Mahasiswa Papua di Bandung Buka Open Donasi

 

Foto Bersama dalam ruangan Open Donasi di Kamasan II Cilaki 59 Bandung Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026 (Foto: Mapiha-Fm/IMASEPA-BJB)

Bandung, Imasepa-Bjb--Ikatan Mahasiswa se- Tanah Papua Bandung Jawa Barat (IMASEPA-BJB) berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Korwil Bandung mendirikan posko peduli kemanusiaan di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Bandung untuk membantu warga di Puncak Papua yang terkena dampak kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena hujan es yang meluas ke 25 distrik.

saat di wawancara pada tanggal 11/09 2026 di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Jl, Cilaki no 59 Kota Bandung, ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Papua (IPMAP) Kordinator Wilayah (Korwil) Bandung, Rikim Alom Menjelaskan keadaan warga Puncak dan alasan mereka mendirikan posko open donasi.

“kami menyampaikan terima kasih juga kepada IMASEPA-BJB yang sudah mengizinkan kami buat Posko di Asrama, jadi bencana alam di kabupaten Puncak ini sudah menjelang tiga bulan, jadi ini sangat lama. kebun-kebun kering akibat musim kemarau yang panjang, terus hujan salju lagi buat tanaman mati semua setelah itu kebakaran lagi terjadi, ditambah lagi dengan polusi udara dari hasil limbah PT. Freeport bikin tambah parah. ini warga menderita betul.” pungkasnya

Brosur Open Donasi Peduli Kemanusiaan Bencana Alam Kabupaten Puncak, (Gambar: Tim Penanggungjawab) 

ia juga menjelaskan waktu penggalangan dana, serta kebutuhan apa saja yang mereka terima.

“jadi kami lakukan open donasi ini atas instruksi dari Badan Pengurus Pusat (BPP) Puncak Papua di Jakarta. kami ada sembilan (9) korwil di pulau Jawa dan semuanya akan membuka posko di kota studi masing-masing. kami di berikan waktu selama satu bulan ke depan sampai tanggal 30 september 2026, setelah itu semua hasil donasi akan kami satukan dan antar kepada keluarga di puncak. dalam open donasi ini, kami menerima bantuan berupa uang, makanan, pakaian layak pakai, serta alat mandi seperti sabun, sampo dan lainnya” jelasnya

pria yang sedang menempuh kuliah di Unla ini juga menyampaikan kekhawatirannya terkait pemenuhan kebutuhan makan minum dan keselamatan warga disana.

“pemerintah juga sudah sempat turun kesana tapi bantuan tidak cukup juga karena yang diterima oleh masyarakat disana tidak sesuai dengan yang mereka janjikan. kelaparan juga terjadi, anak-anak banyak yang sakit-sakit" tandasnya

foto bersama di halaman Asrama setelah Buka Open Donasi, jumat: 11 September 2026 (Foto: Mapiha-Fm/Imasepa-bjb)

dalam kesempatan yang sama, mantan ketua IPMAP Korwil Bandung, Im mom menjelaskan ketidakseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut.

“kantor yang massa bakar di bulan lalu pada tanggal 11 agustus 2026 itu ada kaitannya juga, pemerintah dong pangkas dana desa, tidak sesuai, padahal masyarakat ada kena musibah makanya mereka marah dan bakar kantor bupati, DPRD dan beberapa kantor itu” tuturnya

selain itu, di waktu yang sama, depy bagau selaku sekertaris Ikatan Masiswa se-Tanah Papua Bandung Jawa Barat (IMASEPA-BJB) menyampaiakan komitmen mereka untuk mewadahi dan akan tetap mengawal kegiatan tersebut hingga akhir open donasi serta menyampaikan himbauan kepada seluruh kalangan.

“kegiatan seperti begini itu memang harus kita utamakan karena ini aksi kemanusiaan dan menjadi tanggungjawab kita bersama oleh karena itu, kami badan pengurus harian BPH IMASEPA-BJB akan berupaya memanfaatkan semua daya dan upaya untuk mendukung kegiatan ini. selama 20 hari kedepan ini, kami akan koordinasi dengan semua (organisasi) kombas, Korwil dan paguyuban yang ada dibawa naungan imasepa-bjb untuk dapat memberikan dukungan. kami juga akan melakukan upaya-upaya lain seperti pencarian dana bersama dan koordinasi dengan masyarakat disini maupun kepada berbagai pihak, demi mendukung kegiatan open donasi ini” jelasnya

dia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah dan himbauan kepada seluruh mahasiswa papua di kota bandung agar berpartisipasi dalam kegiatan open donasi.

“ini masalah kemanusiaan, kami berharap pemerintah jangan tinggal diam karena ini sudah sangat lama. pemerintah harus cepat atasi masalah ini agar generasi Papua selamat. kami juga menghimbau semua Korwil, Paguyuban dan Kombas untuk membicarakan hal ini di honai masing-masing.” tuturnya (***)

untuk semua orang papua yang ada di bandung, ko datang ke cilaki saja itu sudah sangat berharga. mari selamatkan manusia dan alam papua melalui saling bantu dan peduli sesama.

Posting Komentar

Posting Komentar